Penempatan “jangan bersumpah” (5:33-37) sesudah “jangan bercerai” (5:31-32) mungkin didorong oleh beberapa pertimbangan. Sama seperti orang yang melanggar sumpahnya, demikian pula seorang yang menceraikan pasangannya. Perceraian merupakan sebuah bentuk ketidaksetiaan
Baca ArtikelBagian ini masih berhubungan dengan bagian sebelumnya (5:27-30). Keduanya sama-sama berbicara tentang perzinahan. Bahkan kata “berzinah” yang digunakan juga sama (moicheuō). Tidak heran, keduanya diletakkan secara berdekatan.
Matius 5:31-32 dapat dikatakan
Baca ArtikelPemunculan kata “sekarang” dan sapaan “saudara-saudara” di ayat 1 menandai sebuah topik yang baru. Pembahasan tentang penggunaan karunia-karunia rohani di pasal 12-14 sudah berakhir. Kini Paulus sedang membicarakan tentang kebangkitan,
Baca ArtikelSama seperti larangan untuk membunuh di 5:21-26, Tuhan Yesus di sini juga lebih menyoroti esensi dari suatu tindakan. Bukan apa yang terlihat saja, melainkan apa yang tidak terlihat. Suatu tindakan
Baca ArtikelTeks ini merupakan pendahuluan dari rangkaian penjelasan Tuhan Yesus terhadap Hukum Taurat (dan tradisi yang mengikutinya). Ungkapan “kamu telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyangmu” (ayat 21, 27, 31,
Baca ArtikelPertanyaan ini semakin sering terdengar. Saya sendiri berkali-kali menemui orang agnostis. Golongan agnostik merasa bahwa kebenaran yang pasti sukar (atau mustahil) untuk ditemukan. Karena kepastian itu sulit untuk dicapai, mereka
Baca Artikel