Dalam tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan faktor-faktor penyebab mengapa kita kadangkala merasa Tuhan begitu jauh. Di sana saya menyinggung tentang tiga alasan utama: harapan-harapan (keliru) yang tidak terpenuhi (umet expectations),
Baca Artikel(Lanjutan tgl 26 April 2020)
Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung pandangan ini:
Semua orang menginginkan apa yang baik. Sayangnya, tidak semua orang mampu menilai maupun memilih mana yang baik. Kebaikan seringkali dilekatkan dengan kenyamanan. Perasaan menjadi hakim yang menentukan. Apa yang menyenangkan
Baca ArtikelJika mau mau jujur, banyak di antara kita yang akan mengakui bahwa pertanyaan di atas pernah singgah di pikiran kita. Ada momen-momen tertentu dalam perjalanan rohani kita ketika kehadiran Tuhan
Baca ArtikelAda yang menanyakan, setelah membaca artikel sebelumnya Apakah Terang di Kej 1:3 adalah Terang Matahari? (http://rec.or.id/article_753_Apakah-terang-di-Kejadian-1:3-adalah-terang-matahari?), apakah selanjutnya Allah menciptakan matahari lagi di hari ke 4? Mari kita pelajari
Baca ArtikelPandemik virus Corona Covid-19 secara global telah memicu perdebatan seputar akhir zaman. Isu eskhatologis seperti ini memang kerap mencuat ketika sebuah bencana terjadi, apalagi dalam skala global. Dunia bergoncang. Korban
Baca Artikel